Halo Sahabat Indonesia, kali ini saya akan memberi kalian informasi
seputar Pembabakan Zaman Praaksara, selengkapnya mari kita simak penjelasan
berikut ini
Pembabakan Zaman Praaksara
Berdasarkan
benda-benda peninggalannya, zaman Praaksara dapat dibagi men- jadi dua macam,
yaitu zaman Batu dan zaman Logam.
Pembabakan Zaman Praaksara
Berdasarkan
benda-benda peninggalannya, zaman Praaksara dapat dibagi men- jadi dua macam,
yaitu zaman Batu dan zaman Logam.
1.
Zaman Batu
Zaman Batu terbagi menjadi empat zaman sebagai
berikut.
a. Zaman
Batu Tua (Paleolitikum)
Ciri-ciri
kehidupan zaman Batu Tua, antara lain hidup berpindah-pindah (nomaden),
berburu, dan mengumpulkan bahan makanan yang disediakan alam (food
gethering). Pendukung zaman Batu Tua adalah kebudayaan Pacitan (chop-
per atau alat penetak) dan kebudayaan Ngandong (flakes atau
serpih bilah).
b. Zaman
Batu Tengah (Mesolitikum)
Ciri
khas zaman Batu Tengah adalah kjokkenmoddinger dan ahris sous
roche. Kjokkenmoddinger dan abris sous roche pertama kali
diteliti dan ditemukan oleh van Stein Callenfels pada tahun
1925. Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa tumpukan kerang
yang banyak ditemukan di sepanjang pantai timur Su- matera. Abris sous
roche adalah gua tempat tinggal yang ditemukan di daerah
Lomoncong/kebudayaan Toala di Sulawesi Selatan. Kebudayaan Batu Tengah juga
disebut kebudayaan Bacson-Hoabinh. Menurut van Stein Callenfels, ke- budayaan
Indonesia zaman Mesolitikum terbagi dalam tiga bagian, yaitu bone culture di
Sampung dan Ponorogo; flakes culture di Toala, Timor, dan
Rote; pebble culture di Sumatera Timur.
c. Zaman
Batu Baru (Neolitikum)
Ciri-ciri
zaman Batu Baru, antara lain sudah hidup menetap, makanan diproduksi sendiri
dan telah diolah (food producing), serta hidup dari hasil bercocok tanam.
Peralatan zaman Batu baru adalah kapak lonjong dan kapak persegi.
d. Zaman
Batu Besar (Megalitikum)
Zaman Batu Besar berlangsung dari zaman Batu Baru
hingga zaman Perunggu. Manusia pada zaman ini mulai mengenal sistem
kepercayaan. Hasil peninggalan zaman Batu Besar, antara lain
1) menhir
(tugu batu peringatan);
2) dolmen
(tempat sesaji);
3) sarkofagus
(peti mayat);
4) waruga
(kubur batu berbentuk kubus);
5) kubur
batu;
6) punden
berundak (cikal bakal candi);
7) pandhusa
(dolmen yang bagian bawahnya berisi kubur batu).
2. Zaman Logam
Zaman Logam terbagi atas zaman Tembaga, zaman
Perunggu, dan zaman Besi.
a. Zaman
Tembaga
Zaman
Tembaga adalah awal manusia mengenal peralatan dari logam. Bangsa Indonesia
tidak mengalami zaman Tembaga ini. Bangsa Indonesia lang- sung memasuki zaman
Perunggu dan zaman Besi. Zaman Tembaga berkembang di Kamboja, Vietnam,
Thailand, dan Semenanjung Malaka.
b. Zaman
Perunggu
Pada
zaman Perunggu, manusia telah dapat membuat peralatan sehari-hari yang bahannya
berasal dari campuran timah dan tembaga. Peralatan tersebut dibuat dengan dua
macam teknik, yaitu teknik cetakan lilin (a cire perdue) dan teknik
cetakan setangkap (bivalve). Pembuatan alat dengan
teknik bivalve menggunakan dua cetakan yang dapat ditangkapkan
(dirapatkan). Penggunaan teknik cetakan ini dapat dipergunakan berkali-kali.
Cara pembuatan alat-alat dengan teknik a cire perdue diawali dengan
membuat benda-benda (alat-alat) dari lilin yang berisi tanah liat sebagai
intinya. Penggunaan teknik cetakan ini hanya dapat dipergunakan sekali saja.
c. Zaman
Besi
Peninggalan
kebudayaan zaman Besi berupa peralatan hidup dan senjata. Misalnya, cangkul,
sabit, mata bajak, tombak, dan mata panah.
Selain berdasarkan
benda peninggalannya, zaman Praaksara juga dibedakan ber- dasarkan corak
kehidupannya. Berdasarkan corak kehidupannya, zaman Praaksara di Indonesia
dibagi menjadi empat macam sebagai berikut.
1. Masa
Berburu dan Mengurapulkan Makanan Tingkat Sederhana (sezaman dengan zaman
Palaeolitikum);
2. Masa
Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut (sezaman dengan zaman
Mezolitikum);
3. Masa
Bercocok Tanam (sezaman dengan zaman Neolitikum);
4. Masa
Perundagian atau Pertukangan (sezaman dengan zaman Peranggu dan zaman Besi).
Mungkin cukup
sekian postingan kali ini, Semoga Bermanfaat dan Sampai Jumpa dipostingan
berikutnya





0 comments:
Post a Comment